Konsumsi Pemanis Buatan Tidak Membantu Diet, Malah Bisa Mempengaruhi Kesehatan

Konsumsi Pemanis Buatan Tidak Membantu Diet, Malah Bisa Mempengaruhi Kesehatan IMAGE: HALEY HAMBLIN/MASHABLE

Pemanis buatan dan rendah kalori tampaknya tidak membantu orang untuk menurunkan berat badan. Bahkan dalam beberapa penelitian yang menyangkut soal berat

badan, diabetes, dan masalah kardiovaskular, pemanis buatan malah bisa menyebabkan masalah.

Faktanya, konsumsi pemanis buatan di Amerika Serikat telah meningkat secara dramatis selama 15 tahun terakhir. Saat ini, pemanis buatan aspartame dan sucralose tidak hanya ada dalam minuman soda diet dan permen, namun juga sudah dicampurkan ke dalam muffin dan pasta gigi. Meski tampaknya hal ini dilakukan untuk menjaga kesehatan, namun para peneliti tampaknya tak sependapat.

Beberapa riset menunjukkan bahwa penggunaan pemanis buatan membantu orang menurunkan berat badan, namun riset lainnya menyatakan bahwa penggunaan pemanis artifisial tersebut tidak memberikan efek terhadap berat badan, malah bisa menimbulkan berbagai resiko kesehatan.

Peneliti yang ingin melihat lebih luas apa yang sedang terjadi kemudian melakukan analisis dalam skala besar terhadap lusinan penelitian tentang pemanis berkalori rendah.

Penelitian
Para peneliti kemudian menyaring lebih dari 11.000 studi tentang pemanis, termasuk pemanis buatan seperti aspartame dan sucralose, dan pemanis pilihan alami seperti stevia, guna menemukan konklusi terbaik. Mereka kemudian melakukan meta-analisis terhadap 37 studi, membaginya menjadi dua kategori utama: uji coba terkontrol secara acak dan studi longitudinal.

Dalam tujuh uji coba terkontrol secara acak, orang yang mengkonsumsi pemanis buatan tidak kehilangan atau kelebihan bobot lebih banyak daripada kontrol.

Sementara itu, analisis ulang terhadap 30 studi longitudinal menemukan bahwa orang yang mengonsumsi pemanis berkalori rendah secara teratur lebih rentan terhadap masalah obesitas, diabetes, dan kardiovaskular seperti tekanan darah tinggi dan stroke seiring berjalannya waktu. Hasil dari penelitian ini dipublikasikan Senin (16/7) di Canadian Medical Association Journal.

"Tidak ada bukti yang jelas tentang keuntungan dari pemanis buatan, bahkan ada potensi bahwa mereka memiliki dampak negatif, meski demikian kami memerlukan lebih banyak penelitian untuk mengetahuinya secara pasti," kata Meghan Azad, seorang ahli epidemiologi di Universitas Manitoba yang juga pimpinan penulis jurnal tersebut.


Yang perlu diingat
Banyak kesimpulan uji klinis yang ditarik dari penelitian ini yang tidak sejalan dengan cara orang mengkonsumsi pemanis semacam itu di dunia nyata - misalnya, uji coba umumnya memberi makanan diet soda atau kapsul pemanis, sembari mengabaikan sumber lain, seperti makanan. Uji coba ini juga cenderung berfokus pada orang-orang yang mengalami obesitas dan ingin menurunkan berat badan, dan tidak berlaku bagi banyak orang yang menggunakan pemanis berkalori rendah pada populasi umum.

 

Apa yang mereka katakan
Dokter ilmu kesehatan endokrinologi anak-anak, dr. Kristina Rother yang tidak terlibat dalam penelitian ini, mengatakan bahwa penelitian ini merupakan karya yang kuat yang menyoroti kebutuhan akan studi yang lebih baik tentang pemanis berkalori rendah.

"Barang ini (pemanis buatan) ada dimana-mana. Ini adalah sesuatu yang mempengaruhi bayi, anak-anak, orang dewasa, orang tua. Ini sangat mempengaruhi semua orang, "katanya. "Kita perlu tahu apa yang pemanis buatan lakukan."

Ilmuwan nutrisi Allison Sylvetsky dari Universitas George Washington, yang tidak terlibat dalam studi tersebut, setuju dengan dr. Kristina Rother.

"Saya pikir yang benar-benar menajdi hal utama adalah bahwa kita memerlukan lebih banyak pemahaman tentang apa yang mungkin terjadi secara fisiologis," katanya. Dia ingin melihat uji coba terkontrol secara acak yang berfokus pada prameter kesehatan selain berat badan, termasuk lipid, tingkat insulin, dan tanda inflamasi.

Kesimpulan
Pemanis berkalori rendah mungkin tidak membantu penurunan berat badan, namun diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami apakah pemanis buatan itu bisa menyebabkan masalah dan bagaimana hal itu bisa terjadi

Sumber artikel dan foto: Mashable

Rate this item
(0 votes)
Last modified on Wednesday, 19 July 2017 18:35
icondeep

Technolifetyler, human

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.

Latest Tweets

Hadir 24 Juli, Xioami Mi A2 bakal ditemani Mi A2 Lite #mia2 #mia2lite baca https://t.co/etAUKagIwD https://t.co/dFafLSXRyg
Separuh dari pengguna ponsel tak peduli dengan password, keamanan datanya pun terancam. Baca https://t.co/cDtbjwVzd5
Ini dia Android Go pertama dari Motorola, baca https://t.co/5hFJQ8OzZV https://t.co/rNOLxOJ770
Follow Icondeep on Twitter

Post Gallery

Desain Sama Persis, Lalu Apa Bedanya Xiaomi Mi A1 dan Mi 5X?

Kami Beberkan Cara Menyadap WhatsApp Orang Lain..

Xiaomi Mi7: Rumor Jadwal Rilis, Harga dan Spesifikasi

Panduan Lengkap Find My Device: Lacak dan Temukan Lokasi Ponsel yang Hilang

Xiaomi Redmi Note 5: Rumor Spek dan Harga Sejauh Ini

Panduan Chipset Kirin, Prosesor Smartphone Besutan Huawei

Note8 Punya S Pen yang Bisa Terjemahkan 71 Bahasa

Foto Foto Terbaru dan Paling Detil dari OPPO F5

Rumor Redmi Note 5: Akhirnya Xiaomi Ikuti Jejak Oppo dan Vivo