Kemana Lemak Pergi Ketika Kita Kehilangan Berat Badan?

Saat tahun baru dimulai, salah satu resolusi paling populer yang kita buat adalah menurunkan berat badan dan menjadi lebih sehat. Sekarang Kamu mungkin telah dibanjiri dengan

berbagai iklan, email, website, dan artikel tentang diet terbaik dan teknik latihan yang harus Kamu gunakan untuk memastikan bahwa Kamu adalah manusia baru pada di tahun depan

Ada sebuah pengalaman, ketika seseorang ambil bagian dalam program diet 30 hari. Meskipun ia merasa lebih baik, ia tidak benar-benar melihat perbedaan besar sejauh ini. Jadi kemana lemak pergi ketika kita menurunkan berat badan?

Bulan Maret 2014, Profesor Andrew Brown dari University of New South Wales melakukan kerjasama dengan personalia TV Australia dan mantan fisikawan Ruben Meerman pada program ABC-TV, Catalyst Science. Meerman berhasil menurunkan berat badan secara mengesankan pada tahun 2013 dan tertarik untuk menemukan bagaimana caranya si lemak meninggalkan tubuhnya.

"Saya berhasil menurunkan berat badan sebanyak 15 kilogram pada tahun 2013 dan hanya ingin tahu ke mana perginya. Setelah, instropeksi, kursus singkat dalam biokimia, saya terpaku pada hasil yang luar biasa ini, "tulis Meerman. "Dengan krisis obesitas yang terjadi di seluruh dunia, kita semua harus tahu jawaban atas pertanyaan sederhana ke mana lemak pergi. Fakta bahwa hampir tak ada yang bisa menjawabnya membuat saya terkejut, tapi ketika saya menunjukkan perhitungan saya pada Andrew, kami berdua menyadari betapa buruk topik yang diajarkan ini. "

Setelah pertemuan awal duo ini kemudian menghabiskan beberapa bulan menyelidiki bagaimana lemak meninggalkan tubuh dengan cara berbeda-beda. Hasilnya, yang dipublikasikan dalam British Medical Journal pada pertengahan Desember, agak mengherankan: kita kehilangan berat badan seperti kita menghembuskan udara , atau kata Meerman : "Hilang begitu saja"

Bagaimana Cara Kerjanya?
Ketika kita mengkonsumsi karbohidrat dan protein yang berlebihan, mereka akan diubah menjadi senyawa kimia yang dikenal sebagai trigliserida, yang terdiri dari karbon, hidrogen dan oksigen. Trigliserida ini kemudian disimpan dalam butiran lipid sel-sel lemak, di mana mereka menunggu untuk dimetabolisme.

Meerman dan Brown melakukan percobaan pada atom lemak yang dilacak saat dimetabolisme untuk melihat ke mana mereka hilang, dan menemukan bahwa mayoritas lemak keluar tubuh dari kita sebagai karbon dioksida.

Mereka kemudian menghitung bahwa untuk kehilangan 10 kilogram lemak, manusia harus menghirup setidaknya 29 kilogram oksigen. Pada gilirannya ini akan menghasilkan 28 kilogram karbon dioksida dan 11 kilogram air. Besaran 8,4 dari 10 kilogram dihembuskan melalui karbon dioksida. 1,6 kilogram lemak lain dikeluarkan sebagai air, lewat urine, keringat, air mata, napas dan cairan tubuh lainnya.

Temuan Meerman itu kini sedang diselidiki dan dipuji oleh banyak orang di komunitas ilmiah.

Profesor Brown menyatakan: "pendekatan baru Ruben untuk biokimia penurunan berat badan adalah melacak setiap atom dalam lemak yang hilang dan, sejauh yang saya tahu, hasilnya benar-benar baru dalam bidang ini. Dia juga telah mengekspos lubang hitam yang benar-benar tak terduga dalam pemahaman penurunan berat badan antara profesional kesehatan dan masyarakat umum. "

Tentu saja, meskipun ternyata paru-paru adalah organ utama untuk mengeluarkan penurunan berat badan, penulis tidak menyarankan Kamu untuk sekedar bernafas banyak hanya untuk menurunkan berat badan lebih cepat. Hal ini akan menimbulkan hiperventilasi dan bahkan mungkin kehilangan kesadaran.

Brown dan Meerman kini fokus pada usaha untuk menjangkau kurikulum biokimia di sekolah menengah dan universitas untuk memasukkan temuan mereka dalam upaya untuk memperbaiki kesalahpahaman yang tersebar tentang penurunan berat badan.

Sumber: lifehack

Rate this item
(0 votes)

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.

Latest Tweets

Instagram Perkenalkan 3 Fitur Baru untuk Keamanan dan Autentifikasi, apa saja? simak di sini https://t.co/nZh3lPphbZ https://t.co/LdML0AanwA
Jelang Peluncuran V11 Pro, Vivo Kembali Gandeng Agnez Mo, silakan baca di https://t.co/WX4dXa0NJv https://t.co/5QPA0WnQ8F
Huawei Y9 2018 Usung 4 Kamera, Mulai Dijual 3 September https://t.co/vQzLmanMoN
Follow Icondeep on Twitter

Post Gallery

Desain Sama Persis, Lalu Apa Bedanya Xiaomi Mi A1 dan Mi 5X?

Panduan Lengkap Find My Device: Lacak dan Temukan Lokasi Ponsel yang Hilang

Panduan Chipset Kirin, Prosesor Smartphone Besutan Huawei

Kami Beberkan Cara Menyadap WhatsApp Orang Lain..

Xiaomi Mi7: Rumor Jadwal Rilis, Harga dan Spesifikasi

Mudahnya Menemukan Stiker 'Begituan' di Telegram

Xiaomi Redmi Note 5: Rumor Spek dan Harga Sejauh Ini

Note8 Punya S Pen yang Bisa Terjemahkan 71 Bahasa

Snapdragon Guide: Memilih Smartphone Berdasar Karakter Chipset