"Serangan Siber di Tahun 2018 Bakal Semakin Berat"

"Serangan Siber di Tahun 2018 Bakal Semakin Berat" networkworld

Melihat semua insiden siber yang semakin canggih dan terjadi di seluruh dunia selama beberapa tahun terakhir, sangatlah penting bagi perusahaan, untuk meningkatkan keamanan siber mereka untuk melindungi dan mengamankan data mereka. 

Alex Manea, selaku Chief Security Officer BlackBerry, berbagi pengetahuannya dan mengidentifikasi empat tren yang akan menjadi tren keamanan siber di tahun 2018. Berikut adalah pendapat Alex tentang tren keamanan siber di tahun 2018

Sebagai Chief Security Officer BlackBerry, saya secara rutin berdiskusi dengan Fortune 500 C-Suites dan para pemimpin yang mewakili merek-merek global terkemuka di dunia, mendengarkan dan belajar tentang masalah keamanan yang selalu ada di benak mereka. Saya juga mencoba menghabiskan banyak waktu untuk berbincang dengan peneliti keamanan – peretas etis yang mengkhususkan diri untuk menemukan kelemahan dan kerentanan keamanan.

Berdasarkan percakapan-percakapan tak terhitung selama 12 bulan terakhir, dengan pelanggan, mitra, pejabat pemerintah, pakar keamanan siber internal kami, dan pemimpin dari komunitas keamanan dan penelitian, dibawah ini adalah beberapa tren keamanan siber untuk tahun 2018 menurut saya:


1: 2018 akan menjadi tahun terburuk untuk serangan siber

Kita semua menganggap tahun 2017 adalah tahun terburuk bagi serangan siber dan berpikir bahwa kita telah mencapai titik terendah. Tetapi, apa yang kita alami sejauh ini adalah suatu permulaan untuk sesuatu yang lebih besar.

Isu-isu mendasar yang menyebabkan mayoritas dari serangan dan pelanggaran siber baru-baru ini belum terselesaikan. Departemen TI ditugaskan untuk mengelola jaringan yang semakin kompleks, mendukung jenis endpoint baru, dan melindungi data yang lebih sensitif. Sistem lawas masih merajalela di sebagian besar industri dan tidak bisa dengan mudah diperbaharui atau diganti. Sistem-sistem ini sering mengandung kerentanan perangkat lunak yang diketahui oleh publik dan dapat dimanfaatkan untuk menembus jaringan perusahaan.

Pada saat yang sama, peretas menjadi semakin canggih dan memiliki lebih banyak insentif untuk melakukan serangan siber. Dari membangun ransomware atau memasang serangan DDoS dan menuntut pembayaran dalam bitcoin, untuk bekerja dengan kejahatan terorganisir dan bahkan pemerintah nasional, peretas jahat memiliki banyak cara untuk menguangkan keterampilan mereka dan untuk melindungi diri mereka sendiri.

Pemerintah dan perusahaan mengakui ancaman baru ini dan menerapkan solusi keamanan modern, namun akan memakan waktu bertahun-tahun untuk menghentikan dan memperbaharui semua sistem. 2018 kembali menjadi salah satu tahun dimana kelemahan tersebut kembali menghantui kita. Lebih penting lagi, kita perlu mulai merencanakan masa depan untuk menghadapi ancaman-ancaman baru yang ditimbulkan oleh Internet of Things (IoT), yang akan melebihi apa yang telah kita alami dalam serangan siber hari ini.

2: Serangan siber akan menyebabkan kerusakan fisik

Mengamankan Internet of Things (IoT) bahkan lebih penting daripada mengamankan jaringan tradisional TI karena satu alasan sederhana: serangan terhadap IoT mengancam keamanan publik. Komputer yang diretas atau perangkat seluler biasanya tidak dapat menyebabkan kerusakan fisik langsung. Walaupun kehilangan data pribadi itu membuat frustasi, namun itu tidak sebanding dengan dampak terlibat dalam kecelakaan mobil atau membahayakan pompa infus atau alat pacu jantung anda. Keamanan IoT benar-benar akan menjadi masalah hidup dan mati, dan kita tidak bisa begitu saja menunggu hal itu terjadi.

Baru-baru ini saya mengutarakan tentang perlunya standar keamanan IoT yang lebih kuat, terutama saat kita terus berkembang menuju smart cities. Dengan meningkatnya penggunaan IoT dan berkurangnya fokus pada keamanan, hanya masalah waktu dimana akan ada peratas yang menyerang infrastruktur dan perangkat yang terhubung secara kritis dan menyebabkan kerusakan fisik langsung pada individu dan orang yang tidak bersalah.

3: Hacker akan menargetkan karyawan karena mereka menjadi kerentanan keamanan siber yang semakin meningkat

Departemen TI biasanya memusatkan pengeluaran mereka untuk mencegah serangan eksternal, namun kenyataannya adalah sebagian besar pembobolan data dimulai secara internal - baik dengan berbagi dokumen melalui aplikasi konsumen yang tidak aman ataumengklik serangan phising yang semakin rumit dan canggih.

Peretas selalu dianggap sebagai seorang jenius teknis yang dapat menggunakan algoritma kompleks untuk memecahkan kriptografi canggih, kenyataannya adalah teknik yang lebih sederhana bisa sama efektifnya. Peretas kriminal tidak memperdulikan gaya; mereka hanya ingin menyerang sistem dengan lebih efisien. Seiring dengan meningkatnya pertahanan teknis, karyawan akan menjadi titik terlemah dan akan semakin ditargetkan oleh peretas sebagai bagian dari strategi mereka.

Saran saya untuk semua CIO dan CISO adalah untuk mencoba meretas diri sendiri. Anda dapat menghabiskan seluruh waktu Anda membangun dan membeli sistem yang Anda percaya akan menghentikan penyusup di jalurnya, namun sampai Anda membawa langsung seorang peretas profesional etis dan membiarkan mereka untuk mensimulasikan serangan siber nyata (termasuk teknik pengayaan phishing dan teknik sosial lainnya), baru Anda dapat mengetahui seberapa aman sistem Anda sebenarnya.

Tim layanan keamanan siber kami baru saja mendapatkan akses ke jaringan pelanggan hanya dengan membuat kaos yang dibuat dengan logo perusahaan mereka dan menyatakan bahwa mereka "adalah orang TI." Jika karyawan Anda tidak tahu bagaimana menggunakan teknologi yang telah Anda siapkan, atau menyadari bahwa mereka semua memainkan peran penting dalam menjaga perusahaan Anda untuk tetap aman, semua yang dilakukan CIO / CISO akan menjadi sia-sia.

4: Produk asuransi dan keamanan siber akan berjalan bersamaan

Di tahun 2018, tidak akan menjadi perbedaan apakah itu sistem atau karyawan yang menjadi titik lemah perusahaan, pelanggaran data perusahaan besar akan terjadi dan perusahaan asuransi akan terus memperhatikannya. Mereka memperhatikan semua ini karena serangan terhadap pelanggan mereka bisa sama berbahanya seperti juga bisa sangat membantu untuk membantu pendapatan mereka.

Tahun ini saya memprediksi kita akan melihat perusahaan asuransi bukan hanya menambahkan lebih banyak pemegang polis siber pada daftar pelanggan mereka, tetapi juga mencari dua jalur strategis untuk membantu mengelola resiko bagi perusahaan dan pelanggan mereka, yaitu produk dan ahli atau spesialis.

Sama seperti perangkat Progressive's Snapshot plug-in yang membantu perusahaan asuransi memberikan tarif personal berdasarkan jarak perjalanan yang sudah di tempuh, perusahaan asuransi akan mulai menjual produk untuk membantu melacak postur keamanan klien mereka. Ke depannya, perusahaan asuransi juga akan bermitra dengan pakar keamanan siber untuk mengevaluasi kemampuan sebuah perusahaan dalam melindungi serangan siber. Nilai akan diberikan dan bagi perusahaan yang mendaoatkan nilai terbaik akan mendapatkan nominal polis yang relatif lebih rendah.

Langkah selanjutnya

Di samping itu, banyak hal lainnya yang akan berdampak pada industri keamanan siber tahun ini. Saya yakin ini akan menjadi tren terbesar untuk tahun 2018. Ke depannya, kami akan membahas  topik terkait keamanan siber secara lebih dalam. Untuk informasi lebih lanjut, ikuti saya di Twitter dan blog Inside BlackBerry.

Rate this item
(0 votes)
Last modified on Wednesday, 28 February 2018 16:43
icondeep

Technolifetyler, human

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.

Latest Tweets

https://t.co/Hm6N1tBtff sepakat bergabung dengan tiktok https://t.co/fRfmeC3Xqe https://t.co/KbHg1G8k2J
Ingat Snake? Yoi, game yang dulunya hadir di Nokia tersebut kini bisa dimainkan via Facebook! Check this… https://t.co/Or0HxJEsfN
Aplikasi https://t.co/Hm6N1tBtff dan TikTok Resmi Bergabung, selengkapnya di https://t.co/fRfmeC3Xqe https://t.co/l9HoJhX0kg
Follow Icondeep on Twitter

Post Gallery

Desain Sama Persis, Lalu Apa Bedanya Xiaomi Mi A1 dan Mi 5X?

Kami Beberkan Cara Menyadap WhatsApp Orang Lain..

Xiaomi Mi7: Rumor Jadwal Rilis, Harga dan Spesifikasi

Panduan Lengkap Find My Device: Lacak dan Temukan Lokasi Ponsel yang Hilang

Panduan Chipset Kirin, Prosesor Smartphone Besutan Huawei

Xiaomi Redmi Note 5: Rumor Spek dan Harga Sejauh Ini

Mudahnya Menemukan Stiker 'Begituan' di Telegram

Note8 Punya S Pen yang Bisa Terjemahkan 71 Bahasa

Foto Foto Terbaru dan Paling Detil dari OPPO F5