5 Mitos Salah Kaprah Soal Charging Baterai Handphone

5 Kesalahan charging handphone 5 Kesalahan charging handphone

Siapa yang hari ini tidak memiliki ponsel? rasanya hanya beberapa gelintir saja yang belum pernah menggunakannya. Sebagian dari kita juga juga cukup aktif dengan fitur-fitur smartphone seperti akses ke akun sosial,

main game, membaca berita, membuka e-mail, kapan saja dan dimana sajaAnda membutuhkannya.

Namun masalahnya, karena Kita menggunakan smartphone setiap saat, maka baterainyapun akan habis cepat. Sebagai solusi, Anda bisa mengisi dayanya dengan powerbank, mencolokkannnya ke charger mobil, atau mencharge seperti biasa melalui colokan listrik di rumah atau kantor. Semua metode pengisian ini, secara “turun-temurun” telah menimbulkan berbagai mitos soal bateria. PULSA yakin, beberapa dari pembaca tentu akrab dengan mitos-mitos tersebut, meski tak semuanya benar.

Jadi mitos-mitos apa saja yang harus Anda percaya dan juga mitos soal baterai apa yang harus Anda tinggalkan? Yuk cari tahu di bawah ini!


1. Jangan Mencharge Baterai Semalaman

Kita semua mungkin pernah mendengar bahwa mencharge baterai smartphone semalamam bisa berakibat hal buruk. Mungkin ada benarnya jika ungkapan tersebut muncul 5 atau 10 tahun lalu. Shane Broesky, co-founder Farbe Technik, perusahaan yang membuat asosoris charger mengatakantidak apa-apa meninggalkan ponsel dalam keadaan terhubung charger di colokan listrik.

Teknologi baterai smartphone telah berada di titik maju dimana ia tahu persis kapan harus berhenti menyimpan daya. Dengan kata lain, tidak ada resiko "pengisian yang berlebihan" pada telepon Anda yang dapat menyebabkan kerusakan pada baterai, karena ada sistem pengamanan yang mencegah hal itu terjadi.

 “Sebaliknya, yang perlu Anda khawatirkan adalah soal overheating,” Lanjut Broesky. Jadi, jika Anda akan tidur dan meninggalkan ponsel Anda dalam posisis dicharge, pastikan menempatkannya di daerah yang relatif dingin.

 

2. “Biarkan Baterai Hingga 0% Sebelum Disi Kembali”

Entah darimana asal mitos tersebut, namun asumsi ini masih jadi patokan beberapa orang. Alasannya, dengan menguras baterai terlebih dahulu, baterai menajdi lebih stabil.

 Shane Broesky menunjukkan sebaliknya bahwa kita sebaiknya menjaga perangkat kita terisis antara antara 50 hingga 80 persen. Dengan kata lain, Anda harus mengisi baterai telepon Anda sebentar-sebentar sepanjang hari dan bukannya menunggu hingga baterai habis sama sekali.

 

3. Pakai Charger Apa Saja, Asal Bisa mengisi Daya tak Masalah

Semua charger sepertinya nampak sama. Namun jangan salah, charger terbaik tetaplah charger bawaan ponsel yang asli. Jadi, meskipun charger Anda rusak dan ada pilihan charger yang lebih murah di pasar, Anda sebaiknya tetap membeli charger yang sama dengan yang sebelumnya.

Mengapa demikian?

Para ahli mengatakan bahwa charger non branded tidak selalu menyertakan aspek keamanan dalam produk mereka. Ini berarti, charger tersebut juga dapat menyebabkan berbagai amcam kerusakan di ponsel Anda seperti kelebihan daya,kebakaran, hingga kerusakan ponsel lainnya.

 

4. Tak Ada Gunanya Mematikan Ponsel?

Mematikan telepon (power off) mungkin jarang dilakukan oleh Anda dan tampaknya hal itu merupakan kegiatan yang sia-sia. Meskipun kadang membuat Anda tak nyaman karena tidak dapat berkomunikasi beberapa saat, namun para ahli malah menganjurkannya.

Para ahli berpendapat bahwa mematikan telepon dapat memaksimalkan masa pakai baterai sehingga Anda sebaiknya melakukannya sesekali.

Jadi, tak berarti bahwa Anda harus selalu mematikan ponsel Anda sebelum tidur, atau melakukannya setiap hari. Itu akan menciderai tujuan Anda memiliki ponsel kan? Anda setidaknya harus mencoba benar-benar mematikan telepon atau merestart perangkat Anda setidaknya satu minggu sekali, karena hal ini telah terbukti dapat menghemat baterai perangkat Anda dari waktu ke waktu.

 

5. Jangan Gunakan Ponsel Anda Saat sedang Dicharge

Selama Anda menggunakan charger ori atau milik ponsel Anda, atau menggunakan charger yang bisa dipertanggungjawabkan atau dibuat oleh perusahaan yang sama dengan pembuat ponsel Anda, sah-saja menelepon sambil ngecharge

Mitos ini mungkin berasal dari berbagai kejadian yang diakibatkan oleh penggunaan charger yang tidak sesuai. Jadi mitos ini bisa jadi benar jika Anda menggunakan charger pihak ketiga dengan kualitas yang dipertanyakan. Berbagai hal buruk bisa saja terjadi: telepon yang meledak, atau lebih buruk..menyetrumnya penggunanya!

Rate this item
(0 votes)
Last modified on Monday, 27 August 2018 08:13
icondeep

Technolifetyler, human

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.

Latest Tweets

Instagram Perkenalkan 3 Fitur Baru untuk Keamanan dan Autentifikasi, apa saja? simak di sini https://t.co/nZh3lPphbZ https://t.co/LdML0AanwA
Jelang Peluncuran V11 Pro, Vivo Kembali Gandeng Agnez Mo, silakan baca di https://t.co/WX4dXa0NJv https://t.co/5QPA0WnQ8F
Huawei Y9 2018 Usung 4 Kamera, Mulai Dijual 3 September https://t.co/vQzLmanMoN
Follow Icondeep on Twitter

Post Gallery

Desain Sama Persis, Lalu Apa Bedanya Xiaomi Mi A1 dan Mi 5X?

Panduan Lengkap Find My Device: Lacak dan Temukan Lokasi Ponsel yang Hilang

Panduan Chipset Kirin, Prosesor Smartphone Besutan Huawei

Kami Beberkan Cara Menyadap WhatsApp Orang Lain..

Xiaomi Mi7: Rumor Jadwal Rilis, Harga dan Spesifikasi

Mudahnya Menemukan Stiker 'Begituan' di Telegram

Xiaomi Redmi Note 5: Rumor Spek dan Harga Sejauh Ini

Snapdragon Guide: Memilih Smartphone Berdasar Karakter Chipset

Note8 Punya S Pen yang Bisa Terjemahkan 71 Bahasa