Panduan Chipset Kirin, Prosesor Smartphone Besutan Huawei

Huawei telah dikenal sebagai produsen perangkat elektronik yang memiliki portofolio produk cukup beragam, mulai dari modem, router, smartphone hingga prosesor.

Produk prosesor besutan perusahaan asal Tiongkok ini dikenal dengan nama Huawei HiSilicon Kirin.

Jika dibanding dengan Samsung, Qualcomm dan MediaTek, Huawei memang masih terbilang baru di ranah prosesor, namun demikian model prosesor yang telah diproduksi di ‘rumahnya sendiri’ itu sudah cukup beragam dan pada tulisan kali ini, kami akan membahas model prosesor Kirin dan bagaimana performa dari masing-masing prosesor tersebut.

Jajaran Prosesor Unggulan

Kirin 910/910T, Dari prosesor inilah nama Kirin bermula. Prosesor Kirin 910/910T yang diproduksi pada tahun 2014 lalu bukanlah prosesor pertama yang dibuat oleh Huawei. Sebelumnya Huawei telah memproduksi prosesornya sendiri dengan nama K3V2 sebelum perusahaan ini menyelipkan embel-embel Kirin, Prosesor K3V2 ini bisa ditemukan pada produk smartphone Huawei Ascend P6 dan Ascend Mate.

Prosesor Huawei Kirin 910/910T bukanlah prosesor yang telah mengalami upgrade signifikan jika dibandingkan dengan prosesor quad-core A9 yang ada saat itu, karena hanya ada sedikit peningkatan pada clock-speed dari 1,6GHz menjadi 1,8GHz. Namun keberadaan chipset ARM Cortex A9 core yang telah diproduksi sejak tahun 2013 terasa begitu usang sejak Samsung merilis prosesor A15 core untuk dijejalkan pada perangkat smartphone Galaxy S4 miliknya. Tapi keberadaan modul grafis quad-core Mali-450 cukup memberikan performa yang berarti dibanding dengan prosesor yang diproduksi sebelumnya.

Dengan penggunaan arsitektur 28nm, prosesor Kirin 910/910T hanya menggunakan sedikit sumberdaya saat digunakan sehingga ia cukup irit terhadap baterai, namun disisi lain prosesor ini tidak terlalu ngebut saat digunakan dan bahkan sedikit laggy. Tapi menariknya, prosesor ini masih sangat reliable untuk menangani kamera berkemampuan 16 megapiksel dan perekaman video berkualitas 1080p dengan kecepatan 30 frame per detik.

Perangkat yang menggunakan prosesor HiSilicon Kirin 910/910T ialah smartphone Huawei Ascend P7 dan tablet Huawei MediaPad M1.

Keluarga Prosesor Kirin 92x, sebuah peningkatan chipset lawas
Prosesor Kirin 920, 925 menjadi generasi selanjutnya dari prosesor Kirin pasca diluncurkannya Kirin 910/910T. Lantaran lini prosesor Kirin 92x memiliki peningkatan yang cukup signifikan dari chipset A9 core yang digunakan sebelumnya. Pihak Huawei telah membenamkan chipset empat inti A15 dan dukungan chipset A7 yang hemat daya ditambah dukungan modul grafis Mali T628 yang dibenamkan di dalamnya,.

Lini prosesor Kirin 92x memiliki kemampuan untuk merekam video berkualitas 1080p pada kecepatan 60 fps ditambah dengan adanya modem LTE Cat 6 yang bisa mentransfer data pada kecepatan maksimal hingga 300Mbps.


Kirin 93x, prosesor Huawei yang mendukung arsitektur 64-bit

Apple telah memulai debut penggunaan prosesor 64-bit melalui chipset A7 yang diproduksi untuk smartphone iPhone miliknya, hal ini cukup mengejutkan para produsen Android yang saat itu masih menggunakan prosesor berbasis 32-bit, hal ini lah yang memicu Huawei untuk merilis prosesor Kirin 93x, prosesor pertama besutan Huawei dengan karsitektur 64-bit. Selain mendukung penggunaan RAM yang lebih besar (4GB), penggunaan prosesor 64-bit juga memungkinkan bagi sebuah aplikasi dan sistem operasi berjalan lebih singkat dan cepat.

Ada dua chipset prosesor ARM dengan arsitektur 64-bit yang dapat digunakan oleh pabrikan untuk diimplementasikan pada desain mereka, yakni chipset A75 yang powerfull dan chipset A53 yang memiliki performa standar namun lebih hemat daya. Huawei telah memilih jenis chipset yang kedua yakni octa-core A53 untuk dibenamkan pada prosesor Kirin 64-bit miliknya.

Dengan menggunakan dua buah cluster chipset quad-core A53, pihak Huawei telah membagi tugas untuk masing-masing cluster tersebut, cluster pertama bertugas dalam mengatur penghematan daya dari core A53 sedangkan cluster kedua bertugas untuk meningkatkan daya dorong sebuah prosesor hingga bisa dipacu pada kecepatan 2GHz. Pihak Huawei sangat menyadari bahwa konfigurasi ini bukanlah konfigurasi yang elegan karena kecepatan prosesor juga tidak menjamin bahwa semua performa bisa tetap terjaga namun setidaknya pihak Huawei telah mendapatkan performa andalan yang mereka inginkan, setidaknya untuk saat itu.

Sementara itu, prosesor Kirin 930 yang masih menggunakan chiset delapan core Cortex A53 ini memiliki fitur pengenalan gerak i3 sehingga prosesor ini sangat cocok dibenamkan pada perangkat wearable seperti fitness tracker ataupun perangkat serupa lainnya. Dibanding dengan Kirin 920, prosesor Kirin 930 tidak memiliki peningkatan yang signifikan, namun prosesor ini mampu digunakan olehperangkat yang memiliki kamera 20 megapiksel serta melakukan perekaman video berkualitas 1080p dengan kecepatan 60 fps.

Perangkat Huawei yang telah mengadopsi prosesor Kirin 93x ini adalah Huawei P8, Huawei Mate S, dan Huawei Honor 7.

Kirin 950/955, nyaris tidak ada kelemahan

Prosesor Huawei HiSilcone Kirin 950 dan 955 boleh jadi merupakan prosesor Huawei terbaik yang mampu bersaing dengan sejumlah prosesor lain yang ada dipasaran saat ini. Prosesor ini juga yang pertama menggunakan chipset ARM terbaru yang melibatkan kekuatan dari core A72.

Prosesor Huawei baru ini telah menggunakan chipset A53 empat inti. Sangat gegas saat digunakan untuk melakukan tugas yang tidak begitu kompleks, sehingga kebanyakan smartphone Huawei terbaru yang diproduksi pada tahun 2016 telah banyak menggunakan prosesor ini dan prosesor ini hampir bisa disejajarkan dengan prosesor Snapdragon 820 besutan Qualcomm atau Exynoss 8890 milik Samsung.

Permasalah yang ada pada prosesor Kirin 950/955 ini adalah penggunaan modul grafis Mali T880 quad-core, karena jika dibandingkan dengan prosesor Samsung yang memiliki spesifikasi setara, Samsung telah mebenamkan modul grafis 12 inti kedalamnya sementara Huawei masih menggunakan GPU empat-inti.

Yang menarik dari prosesor Kirin 950/955 ini ialah pengunaan manufaktur 16nm, selain memiliki ukuran yang lebih kecil, prosesor ini juga sangat hemat daya. Untuk menggenjot performa grafis pada fitur fotografi dan pengambilan video, pihakHuawei teklah membenamkan komponen yang mereka sebut sebagai Digital Signal Processor (DSP) selain meningkatkan kemampuan sensor gerak pada co-prosesor untuk dukungan kemampuan activity tracking. Satu-satunya kekurangan pada prosesor ini ialah tidak adanya dukungan untuk menghasilakan perekaman video dalam format 4K, terlebih ketika sejumlah produsen pesaing lain telah mengimplementasikan kemampuan ini beberapa tahun sebelumnya.

Perangkat smartphone yang telah menggunakan prosesor Kirin 950/955 ini ialah Huawei mate 8, Huaei P9 dan Huawei Honor 8.

Kirin 960, prosesor high-end dari Huawei

Prosesor Kirin 960 sebenarnya memiliki spesifikasi yang mirip dengan Kirin 950, karena prosesor ini sama-sama mengusung dua cluster chipset empat inti dimana masing-masing cluster memiliki bobot kerja yang berbeda, Yang menjadi berbeda dari keberadaan prosesor Kirin 960 ini adalah penggunaan chipset A73 menggantikan chipset A72 yang sebelumnya digunakan pada Kirin 950, kendati tidak menampilkan perbedaan performa yang terlalu signifikan namun performa GPU telah meningkat cukup drastis pada prosesor terbaru ini.

Pihak Huawei telah mengadopsi modul grafis Mali G71 octa-core, lagi-lagi Samsung masih unggul di sisi penggunaan modul grafis pada prosesor Exynoss 8895 yang dianggap satu kelas dengan kirin 960, lantaran samsung telah membenamkan modul grafis 20 core pada prosesor yang kini digunakan pada smartphone Galaxy S8 itu. Meski demikian, ini menjadi milestone cukup berarti bagi Huawei dalam neyediakan prosesor dengan kemampuan performa grafis yang bisa menandingi smartphone Galaxy S7 namun masih dibawah Galaxy S8.

Sedangkan untuk fitur lainnya, prosesor yang diproses dengan manufaktur 16nm ini memiliki kemampuan untuk bisa merekam video 4K dan dukungan modem LTE berkecepatan 600 Mbps serta peningkatan untuk komponen co-prosesor, sehingga secara umum prosesor Kirin 960 memiliki performa yang tidak berbeda jauh dengan prosesor Qualcomm ataupun Samsung di kelas yang sama.

Perangkat besutan Huawei yang telah mengadopsi prosesor ini adalah Huawei Mate 9 dan Huawei P10 yang masuk kedalam perangkat flagship saat ini.

Kirin 970, prosesor dengan dukungan AI terintegrasi

Pada perhelatan IFA 2017 lalu, pihak Huawei telah mengumumkan keberadaan perangkat smartphone terbaru mereka yakni Huawei Mate 10 dan Huawei P11, kedua smartphone anyar ini telah diotaki dengan prosesor Kirin terbaru yang memiliki performa nyaris mirip dengan Kirin 960, disebut demikian lantaran Kirin 970 telah ditopang dengan chipset A73 quad-core dan juga chipset A53 quad-core, namun perbedaan yang cukup signifikan terletak pada modul grafis yang digunakannya, karena Kirin 970 telah didukung dengan chipset ARM Mali G72 12 inti untuk menggenjot performa grafisnya.

Selain itu, proses manufaktur juga telah diperkecil hingga 10nm sehingga prosesor ini lebih ramah terhadap penggunaan daya sehingga komponen baterai menjadi lebih awet saat digunakan. Kelebihan lainnya ialah keberadaan modul yang disebut sebagai Neural Processing Unit (NPU) yang bertugas untuk mengerjakan sejumlah fitur Artificial Intelligent (AI). Salah satu fungsi yang menggunakan fitur ini ialah kemampuan kamera yang lebih cepat saat mengenali objek dan menetukan scene apa yang akan digunakan saat memotret, dengan adanya fitur AI ini juga kecepatan fungsi penerjemah menjadi meningkat.

Menariknya, pihak Huawei telah membuka modul NPU ini untuk pihak ketiga dengan harapan akan ada banyak pengembang yang memanfaatkan fitur NPU ini pada aplikasi mereka. Saat in, prosesor Kirin 970 baru digunakan pada perangkat smartphone Huawei Mate 10.

Chipset untuk smartphone kelas menengah

Kirin 620
Jajaran prosesor Kirin 6xx lebih ditujukan untuk perangkat smartphone berharga murah, jajaran produk smartphone di segmen ini telah diproduksi dan dipasarkan Huawei sejak tahun 2015 lalu.

Prosesor Kirin 620 sendiri telah digunakan pada perangkat yang memiliki harga cukup ramah di kantong seperti Huawei P8 Lite dan Honor 4X. Sebagai prosesor untuk perangkat standar, Kirin 620 mengemas chipset A53 octa-core dengan kecepatan clock 1,2Ghz yang didukung modul grafis Mali 450 MP4 yang dirasa cukup baik untuk penggunaan sehari-hari.

Lebih lanjut dengan kemampuan Kirin 620, prosesor ini mampu menangani pemotretan pada smartphone yang memiliki kamera utama 13 megapiksel dan menawarkan pengambilan video dengan resolusi 1080p pada kecepatan 30 frame perdetik. Melihat kemampuan tersebut, prosesor Kirin 620 bisa dibilang setara dengan prosesor Snapdragon 616 atau Snapdragon 415 besutan Qualcomm.

Kirin 65x
Varian prosesor Kirin 65x di produksi selama kurun waktu kurang lebih satu tahun, dengan rentang produk prosesor Kirin 650, 655, 658 hingga 659. Semua prosesor ini memiliki spesifikasi yang nyaris serupa lantaran mengadopsi dua buah cluster chipset berkemampuan empat inti, dimana salah satu cluster bertugas untuk menggenjot performa CPU hingga 2Ghz sedangkan cluster lainnya bertugas mengatur pasokan daya agar lebih irit dan hanya bisa bekerja pada kecepatan 1,7Ghz saja.

Di sektor grafis, prosesor Kirin 65x juga telah mengalami perubahan dengan adanya modul grafis Mali T830, sebuah peningkatan yang cukup berarti dari prosesor Kirin 620 yang hanya menggunakan modul grafis mali 450 MP4.

Di sisi kemampuan, prosesor Kirin 65x memungkinkan untuk digunakan pada perangkat smartphone yang memiliki kamera 16 megapiksel dengan perekaman video berkualitas 1080p pada kecepatan 30 frame per detik. Melihat kemampuan tersebut, jika anda telah memiliki perangkat Huawei P9 Lite dan berencana untuk membeli P10 Lite sepertinya itu merupakan upgrade yangsia-sia karena kedua smartphone itu menggunakan performa prosesor octa-core yang nyaris sama serta kemampuan grafis yang sama pula.

Jajaran produk smartphone Huawei yang telah mengadopsi lini prosesor ini ialah P9 Lite (Kirin 650), P10 Lite (Kirin 658), dan Nova 2i (Kirin 659).

 

 

Rate this item
(0 votes)
Last modified on Saturday, 05 May 2018 19:34
icondeep

Technolifetyler, human

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.

Latest Tweets

Instagram Perkenalkan 3 Fitur Baru untuk Keamanan dan Autentifikasi, apa saja? simak di sini https://t.co/nZh3lPphbZ https://t.co/LdML0AanwA
Jelang Peluncuran V11 Pro, Vivo Kembali Gandeng Agnez Mo, silakan baca di https://t.co/WX4dXa0NJv https://t.co/5QPA0WnQ8F
Huawei Y9 2018 Usung 4 Kamera, Mulai Dijual 3 September https://t.co/vQzLmanMoN
Follow Icondeep on Twitter

Post Gallery

Desain Sama Persis, Lalu Apa Bedanya Xiaomi Mi A1 dan Mi 5X?

Panduan Lengkap Find My Device: Lacak dan Temukan Lokasi Ponsel yang Hilang

Panduan Chipset Kirin, Prosesor Smartphone Besutan Huawei

Kami Beberkan Cara Menyadap WhatsApp Orang Lain..

Xiaomi Mi7: Rumor Jadwal Rilis, Harga dan Spesifikasi

Mudahnya Menemukan Stiker 'Begituan' di Telegram

Xiaomi Redmi Note 5: Rumor Spek dan Harga Sejauh Ini

Note8 Punya S Pen yang Bisa Terjemahkan 71 Bahasa

Snapdragon Guide: Memilih Smartphone Berdasar Karakter Chipset